Langsung ke konten utama

Postingan

Chapter 6: Mengapa AI Tiba-Tiba Menjadi Pintar?

Bukan Karena AI Mendadak Lebih Cerdas, Melainkan Karena Dunia Akhirnya Siap Membesarkannya “Banyak orang mengira AI berkembang sangat cepat hanya dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, AI tidak berubah dalam semalam. Dunia kitalah yang berubah begitu cepat, hingga akhirnya AI memiliki semua yang dibutuhkannya untuk bertumbuh.” Jika Anda baru mengenal AI beberapa tahun terakhir, mungkin Anda memiliki kesan seperti ini. Tahun 2020 AI masih terasa biasa saja. Lalu tiba-tiba pada tahun 2022, ChatGPT muncul. Tidak berapa lama kemudian AI mulai membuat gambar. Dilanjut membuat video, lalu bisa berbicara. Ada pula AI yang bisa menulis program, membantu dokter, membantu guru, bahkan AI mampu membantu ilmuwan menemukan struktur protein dan mempercepat penelitian di berbagai bidang. Rasanya seperti AI menjadi pintar hanya dalam semalam. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. AI tidak “bangun tidur” lalu mendadak menjadi jenius. Seperti halnya seorang anak yang tidak tiba-tiba menjadi profesor ...

Chapter 5: 3 Orang yang Menolak Menyerah, dan Akhirnya Mengubah Dunia

Ketika Tiga Ilmuwan Tetap Percaya pada Sebuah Ide yang Dianggap Gagal oleh Hampir Seluruh Dunia “ Kemajuan terbesar sering kali tidak lahir dari orang yang paling banyak didengar, melainkan dari mereka yang tetap bekerja ketika semua orang berhenti percaya. ” Pada artikel sebelumnya, kita sudah melihat bagaimana Artificial Intelligence mengalami masa yang sangat kelam. Pendanaan di potong, laboratorium ditutup, media berhenti memberitakan AI. Bahkan istilah Artificial Intelligence sempat menjadi sesuatu yang “dihindari” oleh sebagian peneliti karena dianggap terlalu ambisius dan sulit mendapatkan dukungan. Jika Anda adalah seorang mahasiswa pada akhir 1970-an dan mengatakan ingin meneliti tentang AI, kemungkinan besar dosen Anda akan berkata, “ Carilah bidang lain yang masa depannya lebih jelas. ” Pada saat itu memang banyak ilmuwan yang menyerah. Tapi tidak semuanya. Di berbagai laboratorium, masih ada sekelompok kecil peneliti yang tetap bekerja dalam diam. Mereka tidak berusaha memb...

Chapter 4: AI Pernah Mati, dan Hampir Tidak Pernah Bangkit Lagi

Ketika Dunia Berhenti Percaya pada Artificial Intelligence, dan Para Ilmuwan Nyaris Menyerah “Setiap kisah besar memiliki titik terendahnya. Kisah AI pun demikian. Sebelum mengubah dunia, AI lebih dulu mengalami masa ketika hampir tidak ada lagi orang yang percaya padanya.” Jika Anda hidup pada akhir tahun 1950-an, mungkin Anda akan berpikir bahwa dunia hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi sebelum komputer menjadi sepintar manusia. Para ilmuwan begitu optimistis. Media memberitakan berbagai pencapaian AI dengan penuh semangat. Pemerintah mulai mengucurkan dana penelitian dalam jumlah besar. Universitas-universitas berlomba membuka laboratorium Artificial Intelligence. Suasananya mirip seperti ledakan teknologi yang kita rasakan beberapa tahun terakhir. Semua orang percaya bahwa masa depan sudah di depan mata. Dan sejarah sering kali memiliki cara yang unik untuk mengingatkan manusia. Optimisme yang terlalu tinggi bisa berubah menjadi kekecewaan yang sama besarnya. Dan itulah yang...