Langsung ke konten utama

Chapter 8: Di Balik ChatGPT, Gemini, Claude dan Lainnya: Memahami Dunia Large Language Models (LLM)

Mengapa AI Memiliki Banyak Nama? Apakah Mereka Saling Bersaing, atau Sebenarnya Sedang Membangun Masa Depan Bersama?

“Ketika mobil pertama kali ditemukan, orang tidak bertanya mengapa ada Toyota, Honda, Mercedes-Benz, atau BMW. Mereka hanya tahu semuanya adalah mobil. Hal yang sama sedang terjadi pada AI.”

Setelah ChatGPT menjadi fenomena dunia, muncul banyak nama baru yang mungkin membuat kita bingung.


ChatGPT.

Gemini.

Claude.

Copilot.

Grok.

DeepSeek.

Qwen.

Llama.

Mistral.

Jika baru mengenal AI, mungkin Anda bertanya,

“Sebenarnya ini semua apa?”

Apakah semuanya AI? Ataukah chatbot? Mengapa jumlahnya semakin banyak? Mengapa setiap perusahaan membuat AI sendiri?

Dan…

Apakah suatu hari nanti hanya akan ada satu AI yang menguasai dunia?

Jawaban singkatnya:

TIDAK.

Justru kita sedang memasuki era di mana akan ada ribuan AI dengan keahlian yang berbeda-beda. Tetapi sebelum membahas masa depan itu, mari kita pahami dulu apa sebenarnya yang sedang kita gunakan.


ChatGPT Bukan AI

Kalimat ini mungkin terdengar aneh. Padahal Anda baru saja membaca artikel sebelumnya tentang ChatGPT. Bukankah ChatGPT adalah AI?

Jawabannya…

Ya dan tidak.

Mari kita gunakan analogi mobil. Ketika seseorang berkata,

“Saya naik Toyota.”

Apakah Toyota adalah mesin?

Bukan.

Toyota adalah sebuah merek yang membuat kendaraan. Di dalamnya terdapat berbagai teknologi. Begitu pula dengan ChatGPT.

ChatGPT bukan nama teknologinya, ChatGPT adalah produk yang dibuat oleh OpenAI. Di balik ChatGPT terdapat sebuah model AI yang bernama GPT (Generative Pre-trained Transformer).

Dengan kata lain,

AI → Teknologi

GPT → Model AI

ChatGPT → Produk yang menggunakan model GPT.

Perbedaan ini sering kali membuat orang keliru.


Lalu Apa Itu LLM?

Sekarang kita bertemu dengan istilah baru. Large Language Model. Atau biasa disingkat LLM.

Nama ini terdengar rumit. Padahal konsepnya cukup sederhana. Mari kita pecah satu per satu.

Large

Karena model ini dilatih menggunakan data dalam jumlah yang sangat besar. Bukan ribuan kalimat, bukan jutaan. Melainkan miliaran hingga triliunan token (potongan kata atau teks), tergantung model dan metode pelatihannya.


Language

Karena yang dipelajari adalah bahasa manusia.

Bagaimana kata saling berhubungan.

Bagaimana kalimat dibentuk.

Bagaimana percakapan berlangsung.

Bagaimana sebuah cerita ditulis.

Bagaimana pertanyaan dijawab.


Model

Model bukan aplikasi. Model adalah “otak” AI. Ia belum memiliki tampilan, tombol ataupun kolom chat. Model hanyalah hasil pelatihan yang mampu memahami pola bahasa.

Bayangkan seperti mesin mobil. Mesinnya belum bisa dipakai berkendara. Ia masih harus dipasang ke dalam mobil. Begitu pula model AI. Ia masih harus dipasang ke dalam aplikasi.


Jadi ChatGPT Itu Apa?

Sekarang kita mulai melihat susunannya.

Artificial Intellegence
Large Language Model (LLM)
GPT-4 / GPT-5
ChatGPT


ChatGPT hanyalah salah satu cara menggunakan model GPT. hal yang sama berlaku untuk model AI lainnya.


Kalau Gemini Bagaimana?

Mari kita lihat contoh lain. Google memiliki keluarga model AI bernama Gemini. Model tersebut kemudian digunakan dalam berbagai layanan Google. Jadi ketika Anda menggunakan Gemini, sebenarnya Anda sedang menggunakan model AI buatan Google.

Kurang lebih seperti ini.

Google
Gemini (LLM)
Aplikasi Gemini


Claude Juga Sama

Perusahaan Anthropic mengembangkan model AI bernama Claude. Claude dirancang dengan perhatian besar pada kemampuan bernalar, menulis dan keselamatan penggunaan (AI safety)

Sekali lagi.

Yang penting bukan hanya nama aplikasinya. Tetapi model AI yang bekerja di belakang layar.


Bagaimana Dengan Copilot?

Ini yang sering membuat orang bingung. Copilot bukan satu model AI tunggal. Copilot adalah asisten AI milik Microsoft yang dapat menggunakan berbagai model AI, termasuk model dari OpenAI, sesuai kebutuhan dan produk yang digunakan.

Artinya, sebuah aplikasi AI tidak selalu memiliki modelnya sendiri. Ia dapat menggunakan model dari perusahaan lain. Kurang lebih seperti aplikasi transportasi. Aplikasinya dibuat oleh satu perusahaan. Mobilnya bisa berasal dari berbagai merek.


Lalu Grok, DeepSeek, Qwen, Llama dan Mistral?

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak organisasi yang mengembangkan model AI mereka sendiri.

Mari kita berkenalan.

ChatGPT

Dibuat oleh OpenAI

Fokus besar pada percakapan, penalaran, penulisan dan pemrograman.


Gemini

Dikembangkan oleh Google.

Terintegrasi erat dengan berbagai layanan Google dan dirancang sebagai model multimodal yang dapat memahami berbagai jenis input, seperti teks, gambar dan dalam beberapa konteks juga audio atau video.


Claude

Dikembangkan oleh Antropic.

Banyak digunakan untuk penulisan panjang, analisis dokumen, dan percakapan yang berhati-hati.


Llama

Dikembangkan oleh Meta.

Tersedia dalam bentuk yang memungkinkan banyak peneliti dan perusahaan membangun aplikasi AI mereka sendiri sesuai lisensi yang berlaku.


Grok

Dikembangkan oleh xAI.

Dirancang untuk memberikan jawaban yang cepat dan terhubung dengan ekosistem platform X dalam beberapa fiturnya.


DeepSeek

Dikembangkan oleh DeepSeek dari Tiongkok.

Menarik perhatian dunia karena menunjukkan bahwa model AI berkinerja tinggi juga dapat dikembangkan dengan pendekatan yang lebih efisien dalam beberapa aspek.


Qwen

Dikembangkan oleh Alibaba Cloud.

Memiliki berbagai varian untuk kebutuhan bisnis, penelitian dan pengembangan aplikasi.


Mistral

Dikembangkan oleh Mistral AI di Prancis.

Dikenal sebagai salah satu perusahaan Eropa yang aktif mengembangkan model AI terbuka.


Mengapa Semuanya Membuat AI Sendiri?

Mari kita gunakan contoh lain. Apakah semua perusahaan membuat mobil yang sama?

Pastinya Tidak.

Ada yang fokus pada kecepatan, ada yang fokusnya keamanan, irit bahan bakar atau juga fokus terhadap kenyaman pengguna.

Begitu pula AI.

Setiap perusahaan memiliki tujuan yang berbeda. Ada yang ingin membuat AI terbaik untuk pemrograman, membantu ilmuwan, ingin AI menjadi guru, mengembangkan perusahaan dan ada juga yang fokus pada perangkat seluler.

Tidak ada satu model yang selalu unggul di semua bidang. Karena kebutuhan manusia juga berbeda-beda.


Apakah semua AI Sama Pintarnya?

Tidak.

Setiap model memiliki kekuatan dan keterbatasan sendiri. Sebagian unggul dalam matematika, menulis, mampu memahami gambar lebih baik, lebih efisien dijalankan di komputer kecil dan ada juga sebagian yang lebih lebih cepat.

Karena itu, ketika orang bertanya,

“AI mana yang paling pintar?”

Jawabannya hampir selalu:

“Tergantung Anda ingin menggunakannya untuk apa.”

Pertanyaan tersebut mirip seperti bertanya,

“Kendaraan apa yang terbaik?”

Untuk balapan?

Truk? Ambulans? Sepeda? Mobil keluarga?

Jawabannya akan selalu berbeda terhadap kebutuhannya.


Apakah LLM Benar-Benar Mengerti?

Ini adalah pertanyaan yang masih menjadi bahan diskusi para ilmuwan. LLM mampu menghasilkan bahasa yang sangat alami. Mampu menjelaskan konsep, menulis cerita bahkan mampu membantu membuat program.

Tapi apakah ia benar-benar mengerti seperti manusia?

Belum ada kesepakatan ilmiah mengenai hal tersebut.

Sebagian penelitian berpendapat bahwa LLM sangat mahir mengenali pola bahasa dan menyelesaikan berbagai tugas, tetapi tidak sama dengan memiliki kesadaran atau pengalaman subjektif.

Yang jelas, kemampuan LLM telah melampaui banyak perkiraan para ilmuwan beberapa dekade sebelumnya.


Masa Depan: Bukan Satu AI, Melainkan Banyak AI

Pada awal perkembangan komputer, banyak orang membayangkan suatu hari hanya akan ada satu komputer besar yang digunakan seluruh dunia.

Kenyataannya?

Hari ini hampir setiap orang memiliki komputer sendiri. Hal serupa kemungkinan akan terjadi pada AI.

Di masa depan mungkin kita memiliki:

AI dokter.

AI guru.

AI pengacara.

AI arsitek.

AI ilmuwan.

AI programmer.

AI pribadi.

AI keluarga.

AI perusahaan.

Bahkan mungkin AI yang benar-benar memahami kebiasaan belajar, cara bekerja, dan kebutuhan Anda secara khusus, tentu dengan memperhatikan privasi dan pengaturan yang Anda pilih.

Kita tidak sedang menuju dunia dengan satu AI yang menguasai semuanya. Kita sedang menuju dunia dengan banyak AI yang saling melengkapi.



Refleksi

Jika artikel sebelumnya memperlihatkan bagaimana ChatGPT memperkenalkan AI kepada dunia, maka artikel ini memperlihatkan sesuatu yang lebih besar.

ChatGPT hanyalah salah satu “wajah” dari revolusi AI.

Di belakangnya ada puluhan perusahaan, ribuan peneliti dan jutaan jam penelitian yang terus berlangsung setiap hari. Persaingan mereka bukan sekedar membuat chatbot yang lebih pintar.

Mereka sedang berlomba menciptakan cara baru agar manusia dapat bekerja, belajar, berkarya dan menemukan pengetahuan dengan lebih baik

Mungkin suatu hari nanti, nama ChatGPT, Gemini, Claude atau model lainnya akan berganti. Tapi gagasan besarnya akan tetap sama.

Manusia sedang belajar menciptakan mesin yang bukan hanya bisa menghitung, tetapi juga membantu kita berpikir.



Tahukah Kamu

  • Istilah LLM (Large Language Model) mulai dikenal luas setelah kemajuan model Transformer, tetapi konsepnya dibangun di atas puluhan tahun penelitian dalam pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing atau NLP).
  • Sebagian besar chatbot AI modern menggunakan LLM, tetapi tidak semua sistem AI adalah LLM. AI yang mengendalikan mobil otonom, mendiagnosis penyakit dari citra medis, atau mengoptimalkan logistik sering menggunakan kombinasi berbagai model AI, tidak hanya model bahasa.
  • Banyak model AI modern kini bersifat multimodal, artinya dapat memproses lebih dari satu jenis informasi, seperti teks, gambar, audio, atau video, bukan hanya teks.



Bersambung

Kini kita telah memahami bagaimana AI berkembang, mengapa ChatGPT menjadi fenomena, dan mengapa muncul begitu banyak model AI. tapi masih ada satu pertanyaan besar yang mungkin juga ada di benar Anda.

Apakah AI akan menggantikan manusia?

Ini bukan sekedar pertanyaan tentang teknologi. Ini adalah pertanyaan tentang pekerjaan, pendidikan, kreativitas bahkan masa depan peradaban.

Sebagian orang pesimistis, dan sebagian lagi khawatir.

Lalu, apa yang sebenarnya dikatakan para ilmuwan?

Dan bagaimana kita sebaiknya mempersiapkan diri?

Semua itu akan kita bahas pada artikel berikutnya.


→ Chapter #9: Apakah AI Akan Menggantikan Manusia? Mitos, Fakta dan Masa Depan Pekerjaan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chapter 1: Sebelum Ada ChatGPT, Manusia Sudah Memimpikan AI Selama Ribuan Tahun

Perjalanan panjang sebuah mimpi yang dimulai jauh sebelum komputer ditemukan. “ Semua teknologi besar selalu berawal dari sebuah mimpi. AI pun demikian. Bedanya, mimpi itu sudah hidup ribuan tahun sebelum komputer pertama diciptakan ”  Ketika mendengar kata Artificial Intelligence (AI), apa yang pertama kali terlintas di benak Anda? Mungkin ChatGPT yang mampu menjawab pertanyaan dalam hitungan detik. Mungkin Gemini yang membantu mencari informasi. Atau mungkin robot humanoid yang berjalan layaknya manusia seperti dalam film fiksi ilmiah. Semua jawaban itu tidak sepenuhnya salah. Namun semuanya memiliki satu kesamaan, kita selalu melihat AI dari sudut pandang masa kini. Padahal jika kita ingin benar-benar memahami AI, kita harus melakukan perjalanan yang jauh lebih panjang. Bukan kembali ke tahun 2022 ketika ChatGPT diperkenalkan kepada publik. Bukan pula ke tahun 1956 ketika istilah Artificial Intelligence pertama kali digunakan. Kita harus melangkah lebih jauh lagi. Jauh sebelum l...

Chapter 7: Mengapa ChatGPT Mengubah Dunia? Padahal AI Sudah Ada Puluhan Tahun

Chat GPT Bukan AI Pertama. Tetapi, mengapa Dunia Baru Ramai Membicarakan AI Setelah Kemunculannya? “ Sering kali sebuah penemuan bukan menjadi terkenal karena menjadi yang pertama, melainkan karena menjadi yang pertama bisa digunakan oleh semua orang. ” Jika Anda mengikuti perjalanan AI dari artikel pertama hingga sekarang, mungkin muncul satu pertanyaan yang sangat menarik. Bukankah AI sudah ada sejak tahun 1956? Bukankah Deep Learning sudah berkembang sejak puluhan tahun lalu? Bukankah komputer sudah bisa bermain catur, mengenali wajah, bahkan menerjemahkan bahasa sebelum ChatGPT lahir? Jika memang begitu, Mengapa dunia baru benar-benar “heboh” setelah ChatGPT muncul? . Pertanyaan ini sangat penting. Karena banyak orang mengira ChatGPT adalah awal dari AI. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. ChatGPT bukan awal dari AI . Ia adalah puncak dari perjalanan panjang yang telah dibangun selama lebih dari setengah abad. Lalu apa yang membuatnya begitu berbeda? Mari kita mulai dari sesuat...